Virus Viralitas vs Virus Kebaikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara tegas mengkritik perilaku sebagian konten kreator yang hanya mengejar viralitas dengan mencari sensasi, tanpa memperhatikan mutu atau kebenaran isi konten mereka. Ia menyoroti bahwa fenomena ini terjadi karena ada kecenderungan di kalangan kreator untuk membuat konten yang penting viral, meskipun kualitasnya rendah atau bahkan hanya demi mendapatkan penghasilan.
Mu'ti menyebut kecenderungan ini sebagai "virus viralitas" (virality virus), merujuk pada istilah yang juga dibahas dalam literatur Franklin Ford. Menurutnya, tidak semua konten viral itu buruk, asalkan isi kontennya membawa kebaikan, membuka wawasan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa jika konten hanya berorientasi pada sensasi dan viralitas tanpa memperhatikan kebenaran dan etika, maka hal tersebut bisa berdampak negatif, seperti penyebaran informasi menyesatkan, fitnah, atau bahkan penipuan.
Baca juga: Apa Kata AI Soal Plagiarisme Karya Ilmiah dan Bagaimana Mengatasinya?
Mu'ti juga mengajak para konten kreator, khususnya di bidang edukasi, untuk menyebarkan "virus kebaikan" melalui konten yang bermutu, informatif, dan inspiratif. Ia menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan kreativitas dalam menciptakan konten digital yang bermanfaat, serta mendukung transformasi pembelajaran yang lebih mudah diakses dan menyenangkan bagi masyarakat luas (Diolah dari perplexity)*
Artikel 7 — Final: Membangun Alur Kerja Lengkap Big Data × SCM Menggunakan GPT-5: Dari Data Mentah Sampai Insight Manajerial
4 bulan yang lalu
Artikel 6 — Cara Meminta GPT-5 Menginterpretasi Hasil Analisis Big Data dari Google Colab (Seperti Konsultan Profesional)
4 bulan yang lalu
Artikel 5 — Cara Copy Script dari GPT-5 ke Google Colab Tanpa Error: Panduan Super Pemula
4 bulan yang lalu
Artikel 4 — Praktik Lengkap: GPT-5 Membuat Script Big Data untuk SCM (10.000 Baris) — Cleaning, Analisis, Visualisasi
4 bulan yang lalu
Artikel 3 — Belajar Python dari Nol dengan Bantuan GPT-5: Cara Paling Mudah untuk Mahasiswa Pemula Big Data
4 bulan yang lalu
Artikel 2 — Panduan Super Pemula: Cara Menggunakan Google Colab dan Menjalankan Kode dari GPT-5 Tanpa Error
4 bulan yang lalu