Pencarian

Tahun Baru Islam dan Awal Mula Kalender Hijriah

Tahun Baru Islam dihitung berdasarkan peredaran bulan dalam kalender Hijriyah. Momen ini mengingatkan umat Islam akan pentingnya siklus waktu alam semesta dan peranannya dalam ibadah serta tradisi keagamaan.

Deni Yudiawan
Kamis, 26 Juni 2025
Oleh: DYA
JejakAI
Leonardo AI

Kalender Hijriah dan kalender Masehi adalah dua sistem penanggalan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam cara perhitungannya.

Kalender Masehi, yang lebih dikenal di dunia Barat, berlandaskan pada peredaran bumi mengelilingi matahari, dengan satu tahun terdiri dari 365 hari (atau 366 hari pada tahun kabisat). Sistem ini dikenal sebagai kalender matahari, di mana satu tahun dibagi menjadi 12 bulan yang masing-masing memiliki jumlah hari yang tetap, yaitu 30 atau 31 hari, kecuali bulan Februari.

Sementara itu, kalender Hijriah yang digunakan oleh umat Islam, didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Dalam sistem ini, satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari, yang lebih pendek sekitar 10 hingga 12 hari dibandingkan dengan kalender Masehi. Setiap bulan dimulai dengan munculnya bulan sabit pertama yang terlihat di langit, yang berarti panjang bulan bisa bervariasi antara 29 atau 30 hari.

Karena peredaran bulan yang lebih cepat, kalender Hijriah bergerak mundur dalam kaitannya dengan kalender Masehi, sehingga perayaan tahun baru Islam yang jatuh pada bulan Muharram akan selalu bergeser setiap tahunnya jika dibandingkan dengan tahun baru Masehi.

 

Bagaimana sejarahnya?

Halaman 1 2 3
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard