Pencarian
Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (KA) 2020-2045 (Bag. 2)

Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Internasional, Regional dan G20

Dokumen ini ditulis dan disusun sebagai rumusan hasil diskusi dari Kelompok Kerja Penyusun Strategi Nasional untuk Kecerdasan Artifisial yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebagai dokumen publik yang dirasa penting sebagai referensi bersama, kami menurunkannya secara serial.

Prompter JejakAI
Kamis, 3 Juli 2025
Oleh: IP
JejakAI
Dokumen Stranas KA

Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Negara-Negara Dunia 

PEMERINTAH INDONESIA BERUPAYA UNTUK MENYUSUN STRATEGI NASIONAL KECERDASAN ARTIFISIAL MELALUI PENDEKATAN YANG HOLISTIK 

Berbagai negara di dunia telah memiliki strategi nasional kecerdasan artifisial sebagai referensi pemangku kepentingan di negaranya dalam menerapkan teknologi kecerdasan artifisial dan memamahami arah kebijakan nasional pemerintahanya dibidang kecerdasan artifisial. Maka pemerintah Indonesia harus menentukan sendiri strategi kecerdasan artifisial nasionalnya agar Indonesia mampu berkompetisi dan tidak boleh ketinggalan dalam mengambil kesempatan dari pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia. Strategi nasional untuk kecerdasan artifisial ini dibutuhkan agar pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial ini dapat selaras dengan kepentingan nasional dan memiliki tanggung jawab etika yang nilai-nilainya berlandaskan Pancasila. Selain itu, pemerintah harus juga memprioritaskan karya-karya anak bangsa agar teradopsi oleh sektor industri dan publik. 

Landscape penyebaran negara-negara yang sudah memiliki strategi nasional kecerdasan artifisial yang ditunjukan gambar 1-1, menjelaskan bahwa negara-negara global telah menyusun strategi nasional kecerdasan artifisial untuk menjawab peluang dan tantangan untuk kepentingan nasionalnya. Pemerintah Federal Jerman mencanangkan visinya dengan slogan “AI Made in Germany (AI dibuat di Jerman)” [2], Pemerintah China dengan “Deciphering China’s AI Dream (Mengartikan Impian AI China)” [3] dan Pemerintah Korea Selatan dengan “Toward AI World Leader beyond IT (Menuju pemimpin dunia AI di luar IT)” [4]. Hasil studi Konrad Adenauer Stiftung [5] pada enam strategi nasional dari enam negara terkemuka (Amerika Serikat, Cina, Inggris, Perancis, Finlandia, dan Korea Selatan) menunjukan bahwa terdapat beberapa kelemahan dari strategi nasional negara-negara tersebut, diantaranya: (1) definisi kecerdasan artifisial yang masih kabur dan tidak konsisten; (2) penetapan sasaran yang samar-samar sehingga menyulitkan untuk mengukur keberhasilan; (3) menonjolkan lebih pada aspek strategis ketersediaan data dan pelatihan spesialis dari pada aspek perluasan kapasitas komputasi domestik; serta (4) mengesampingkan solusi penciptaan sebuah ekosistem. 

Pemerintah Indonesia berupaya untuk menyusun strategi nasional kecerdasan artifisial melalui pendekatan yang holistik, memiliki definisi kecerdasan artifisial yang jelas, memiliki sasaran yang terukur, dan mempertimbangkan solusi berupa ekosistem yang dapat mengorkestra seluruh kekuatan dan potensi yang dimiliki Indonesia. Strategi yang dibuat harus layak dan efektif untuk kemajuan bangsa. Selain itu, Indonesia akan mencanangkan sebuah slogan nasional kecerdasan artifisial yang dapat memberikan keyakinan kecerdasan artifisial untuk kesuksesan Visi Indonesia 2045. 

Bagaimana strategi nasional regional?

Halaman 1 2 3
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard