Pencarian
Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (KA) 2020-2045 (Bag. 3)

Isu-Isu Nasional untuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial

Dokumen ini ditulis dan disusun sebagai rumusan hasil diskusi dari Kelompok Kerja Penyusun Strategi Nasional untuk Kecerdasan Artifisial yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebagai dokumen publik yang dirasa penting sebagai referensi bersama, kami menurunkannya secara serial.

Prompter JejakAI
Jumat, 4 Juli 2025
Oleh: IP
JejakAI
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI KECERDASAN ARTIFISIAL HARUS MEMPRIORITASKAN PADA EMPAT PILAR DARI VISI INDONESIA EMAS 2045. 

Visi Indonesia 2045 adalah isu penting yang harus diperhitungkan pemerintah dalam menetapkan strategi-strategi nasional untuk kecerdasan artifisial. Seluruh misi kecerdasan artifisial tertuju untuk mewujudkan visi Indonesia emas ini.

Ada empat pilar utama dari Visi Indonesia Emas 2045, yakni: (1) Pembangunan Manusia dan Penguasaan IPTEK; (2) Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan; (3) Pemerataan Pembangunan; dan (4) Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan.

Dengan demikian pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial harus memprioritaskan pada empat pilar tersebut. Secara spesifik, ketahanan pangan dan tata kelola pemerintahan adalah bidang-bidang prioritas yang harus ditonjolkan untuk mendapat dukungan kecerdasan artifisial. 

Program-Program Prioritas Nasional dari RPJMN IV tahun 2020-2024 

Pemerintah Indonesia harus menyediakan inisiatif-inisiatif penerapan kecerdasan artifisial yang sejalan dengan program-program prioritas yang sudah diagendakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024, khususnya untuk program inisiatif jangka menengah. Dengan demikian program inisiatif kecerdasan artifisial ini bisa menjadi bagian yang secara bersamaan mendapatkan pendanaan dari anggaran pemerintah.

Tujuh agenda pembangunan RPJMN IV tahun 2020-2024 [9] adalah: (1) Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas; (2) Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan; (3) Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing; (4) Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan; (5) Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar; (6) Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim; dan (7) Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik. 

Making Indonesia 4.0 

Strategi pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan kecerdasan artifisial akan menyelaraskan dengan inisiatif inisiatif “Making Indonesia 4.0” [10] yang menjadi peta jalan Kementerian Perindustrian dalam Revolusi Industri 4.0. Peta jalan ini memberikan arah dan strategi yang jelas bagi pergerakan industri Indonesia di masa yang akan datang, termasuk di lima sektor yang menjadi fokus dan 10 prioritas nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia.

Lima sektor industri yang difokuskan tersebut adalah: (1) Makanan dan minuman; (2) tekstil dan pakaian; (3) otomotif; (4) kimia; dan (5) elektronik. Sektor ini dipilih menjadi fokus karena memiliki dampak ekonomi dan kelayakan PDB, perdagangan, potensi dampak ke industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar. 

Halaman 1 2 3
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard