6. 1. 3. RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL
Salah satu aspek dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 yang memiliki karakteristik dan relevansi yang cukup kuat dengan pembangunan industri nasional adalah aspek perkembangan teknologi yang difokuskan pada teknologi nano, bioteknologi, teknologi informasi, dan ilmu kognitif (cognitive science), dengan fokus aplikasi pada bidang energi, pangan, kesehatan, dan lingkungan.
Maka perlu disiapkan sistem serta strategi alih teknologi dan inovasi teknologi yang sesuai, diantaranya adalah peningkatan pembiayaan penelitian dan pengembangan, termasuk sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi. Keempat fokus teknologi tersebut telah diakomodasi dalam misi Kecerdasan Artifisial Indonesia pada aspek riset dan inovasi industri. Lebih lagi misi tersebut telah melibatkan elemen komunitas sebagai komponen dari Quadruple-Helix.
Kecerdasan Artifisial sebagai bagian dari TIK dan ilmu kognitif merupakan salah satu bidang ilmu esensi dalam pembangunan dan pengembangan metode dan teknik baru dalam Kecerdasan Artifisial. Teknologi Kecerdasan Artifisial sangat prospektif untuk mendukung serta memperkuat pembangunan industri nasional yang terdiri dari:
a. Industri Andalan, yaitu industri prioritas yang berperan besar sebagai penggerak utama (prime mover) perekonomian di masa yang akan datang. Selain memperhatikan potensi sumber daya alam sebagai sumber keunggulan komparatif, industri andalan tersebut memiliki keunggulan kompetitif yang mengandalkan sumber daya manusia (SDM) yang berpengetahuan dan terampil, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Industri-industri dalam kategori ini mencakup: (1) Industri Pangan; (2) Industri Farmasi, Kosmetik, dan Alat Kesehatan; (3) Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka; (4) Industri Alat Transportasi; (5) Industri Elektronika dan Telematika/TIK; (6) Industri Pembangkit Energi.
b. Industri Pendukung, yaitu industri prioritas yang berperan sebagai aktor pemungkin (enabler) bagi pengembangan industri andalan secara efektif, efisien, integratif, dan komprehensif. Hanya terdapat 1 (satu) industri dalam kategori ini yakni Industri Barang Model, Komponen, Bahan Penolong, dan Jasa Industri.
KECERDASAN ARTIFISIAL SEBAGAI BAGIANDARI TIK DAN ILMU KOGNITIF MERUPAKAN SALAH SATU BIDANG ILMU ESENSI DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN METODE DAN TEKNIK BARU DALAM KECERDASAN ARTIFISIAL.
c. Industri Hulu, yaitu industri prioritas yang bersifat sebagai basis industri manufaktur yang menghasilkan bahan baku yang dapat disertai perbaikan spesifikasi tertentu yang digunakan untuk industri hilirnya. Industri- industri yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut: (1) Industri Hulu Agro; (2) Industri Logam Dasar dan bahan Galian Bukan Logam; (3) Industri Kimia Dasar Berbasis Migas dan Batubara.
Pada konteks internasional, pada tahun 2015 negara-negara yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencanangkan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 target untuk mencapai kesejahteraan dan perdamaian global pada tahun 2030. Misi dan tujuan-tujuan Kecerdasan Artifisial Indonesia pada aspek riset dan inovasi industri juga sejalan untuk mewujudkan target-target SDGs.
Baca juga: Program Inisiatif untuk Data dan Infrastruktur AI di Indonesia
6. 1. 4. TANTANGAN DAN SASARAN
Adapun tantangan dan sasaran dalam upaya mencapai tujuan-tujuan strategis melalui pemanfaatan produk, layanan, dan solusi teknologi Kecerdasan Artifisial yaitu sebagai berikut.
Tabel 6-1 Tantangan dan sasaran
(bersambung - Program Inisiatif Riseet dan Inovasi Industri...)
Catatan: Dokumen ini ditulis dan disusun sebagai rumusan hasil diskusi dari Kelompok Kerja Penyusun Strategi Nasional untuk Kecerdasan Artifisial yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebagai dokumen publik yang dirasa penting sebagai referensi bersama, kami menurunkannya secara serial.
Cybersecurity & AI: Pertarungan Antara Hacker dan Sistem Cerdas
5 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final Bagian Dua
6 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital Bagian Kedua
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital
6 bulan yang lalu
AI untuk Skripsi: Panduan Lengkap Memanfaatkan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Akademik Pribadi Anda Part 2
6 bulan yang lalu