Pencarian
Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (KA) 2020-2045

Prioritas Pengembangan AI untuk Mobilitas dan Kota Cerdas

Teknologi Kecerdasan sebagai salah satu komponen penting untuk memberikan solusi tantangan kota. Indonesia dengan 98 kota dan 416 kabupaten memerlukan teknologi kecerdasan sebagai bagian dalam pembangunan

Prompter JejakAI
Kamis, 17 Juli 2025
Oleh: IP
JejakAI
Leonardo AI

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN INOVASI KECERDASAN ARTIFISIAL UNTUK BIDANG MOBILITAS DAN KOTA CERDAS 

PELUANG PEMANFAATAN KA CUKUP LUAS DARI SAAT PENILAIAN AWAL, PERINGATAN DINI, MAUPUN PASCA KEBENCANAAN. 

Pemanfaatan KA untuk manajemen lalu lintas cerdas 

KA yang dikombinasikan dengan Internet of Things (IoT) dapat menghadirkan solusi manajemen lalu lintas cerdas untuk memastikan bahwa penduduk kota-kota dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya di kota ini seaman dan seefisien mungkin. Kemacetan sudah mulai menjadi permasalahan besar di beberapa kota di Indonesia. 

Potensi adopsi solusi kecerdasan artifisial dapat dimulai dari pengambilan data melalui kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV) maupun sensor data lainnya yang dapat dengan cepat memberikan sinyal data dari lalu lintas yang dapat berguna untuk sistem manajemen lalu lintas pusat, sistem data terbuka untuk pengguna jalan, optimasi antrian melalui integrasi dengan konfigurasi lampu lalu lintas, evaluasi penggunaan jalan, dan lainnya. 

Selain dari kebutuhan data, KA dapat dikembangkan untuk diintegrasikan ke dalam operasional lalulintas seperti dalam bentuk Tilang Elektronik, Sistem Jalan Berbayar dan tarif yang dinamis, Sistem Parkir Cerdas, dan lainnya. 

Pemanfaatan KA untuk manajemen limbah cerdas 

Pengumpulan, pengelolaan, serta pembuangan limbah yang optimal adalah salah satu komponen kritikal dalam kualitas layanan kota. Peningkatan populasi perkotaan meningkatkan kompleksitqas dan kuantitas dari permasalahan ini. Penerapan KA untuk daur ulang dan pengelolaan limbah yang cerdas dapat mendukung sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan. 

Salah satu contohnya penerapan sensor dan perangkat yang dipasang di tempat sampah yang mengirim pemberitahuan kepada pihak penanggung jawab untuk mengirim truk pengangkut sampah segera setelah mereka akan diisi. Penerapan KA juga memungkinkan untuk mendukung pemisahan limbah kertas, plastik, gelas, dan sisa makanan di setiap tempat. 

Pemanfaatan KA untuk manajemen risiko kebencanaan 

Peluang pemanfaatan KA cukup luas dari saat penilaian awal, peringatan dini, maupun pasca kebencanaan. KA dapat digunakan untuk membantu memetakan secara cepat dari posisi aerial bagaimana suatu tata kota maupun lingkungan sekitarnya berpotensi terhadap kebakaran. KA berpeluang untuk dilatih dengan bantuan data sismik untuk menganalisis besarnya dan pola gempa bumi serta memprediksi lokasi gempa dan gempa susulan. 

KA juga berpeluang untuk memprediksi dan memantau banjir dengan bantuan catatan curah hujan dan simulasi banjir. KA dapat dikembangkan untuk memprediksi letusan gunung berapi dengan bantuan data seismik & informasi geologis. Pada pasca bencana, KA juga dapat dimanfaatkan untuk pemetaan cepat tingkat dan klasifikasi kerusakan, pemetaan jalur optimal untuk bantuan, manajemen identifikasi korban dan keluarga. 

Pemanfaatan KA untuk manajemen informasi warga 

Saat ini pendekatan berbasis masyarakat merupakan bagian integral dari merancang dan mengembangkan kota pintar. Untuk mengimbangi perubahan kebutuhan warga, dan pengembangan bisnis baru, kota kini berusaha untuk menjadi tidak hanya pintar, tetapi juga inovatif dan cepat. KA untuk mampu memahami pandangan, keluhan, masukan yang melibatkan warga atau aset dengan lingkungan mereka akan memegang peranan penting. 

Pemanfaatan KA untuk penilaian kualitas kerja kontraktor 

Salah satu eksplorasi yang sedang dilakukan di dunia saat ini adalah bagaimana Kecerdasan Artifisial dapat memberikan bukti konsep dalam upaya membantu pemerintah meninjau kinerja kontraktor di masa lalu dan dapat digunakan untuk semacam penilaian kredit ke depan. 


Baca juga: Mengungkap Rahasia Dunia: Kekuatan Penalaran Deduktif dalam Sains dan Keseharian


Pemanfaatan KA untuk manajemen tata ruang 

Untuk tata kelola ruang kota, pembelajaran mesin dan KA semakin sering digunakan untuk memberikan analisis secara langsung tentang bagaimana kota berubah dalam praktik misalnya, melalui konversi area hijau menjadi struktur bangunan. 

Pendekatan melalui analisis spasial dilakukan dengan mengajarkan komputer apa yang harus dicari dalam citra satelit, maupun dengan kombinasi dari data-data lainnya seperti lalulintas manusia, lalu lintas kendaraan, penggunaan energi, kriminalitas, bencana dan lainnya. 

KA dapat mengungkapkan bagaimana perkembangan kota aktual selaras dengan perencanaan dan penetapan wilayah atau preventif impak kebencanaan seperti wilayah paling rentan untuk banjir misalnya. 

Pemanfaatan KA untuk manajemen operasional fasilitas publik 

Perkotaan dapat memanfaatkan KA, layanan berbasis cloud, dan perangkat Internet of Things (IoT) seperti sensor, lampu, dan meter yang terhubung untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Kota- kota kemudian menggunakan data ini untuk meningkatkan infrastruktur, utilitas publik, layanan, dan lainnya. 


(bersambung - bidang prioritas mobilitas dan kota cerdas)

Catatan: Dokumen ini ditulis dan disusun sebagai rumusan hasil diskusi dari Kelompok Kerja Penyusun Strategi Nasional untuk Kecerdasan Artifisial yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebagai dokumen publik yang dirasa penting sebagai referensi bersama, kami menurunkannya secara serial.


Halaman 1 2 3
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard