Pencarian
Quantum Computing

Sekali Lagi, Tentang Membangun Otak Buatan: Guangdong dan Lompatan Menuju AI Generasi Baru

Di tengah ledakan Artificial Intelligence (AI) generatif seperti ChatGPT dan Midjourney, dunia kini menyaksikan perlombaan menuju bentuk AI yang lebih dalam dan kompleks: brain-inspired intelligence — atau dalam istilah teknis: neuromorphic computing.

Prompter JejakAI
Rabu, 23 Juli 2025
Oleh: Dimasti Dano
JejakAI
Leonardo AI

Berbeda dengan AI konvensional yang sekadar menjalankan algoritma pada chip silikon, AI generasi baru mencoba meniru cara kerja otak manusia, termasuk struktur neuron, sinapsis, dan kemampuan belajar adaptif. Salah satu pionir paling ambisius dalam bidang ini bukan datang dari Silicon Valley, tapi dari selatan Tiongkok: Provinsi Guangdong.

Baca juga: AI Next Generation: Perebutan Dominasi antara China dan Amerika Serikat

Guangdong: Dari Pusat Industri ke Pusat Neuromorfik Dunia

Guangdong — yang dikenal sebagai kawasan industri elektronik dan manufaktur — kini sedang bertransformasi menjadi pusat “Brain-Inspired Intelligence Industry.”

Langkah ini bukan sekadar inisiatif lokal, tapi bagian dari strategi nasional Tiongkok untuk:

a. Menyaingi dominasi AS dan Eropa di bidang teknologi tinggi,

b. Membangun AI yang hemat energi, adaptif, dan kognitif,

c. Mempersiapkan masa depan teknologi post-silicon.

Menurut laporan resmi, Guangdong telah membangun brain-inspired AI innovation hubs, menggandeng lembaga seperti Sun Yat-sen University, dan bekerja sama dengan raksasa teknologi seperti Huawei dan iFlytek untuk mengembangkan chip neuromorfik dan brain simulation platforms.

Apa Itu Brain-Inspired Intelligence?

Brain-inspired intelligence (kecerdasan terinspirasi otak) adalah bidang AI yang meniru struktur biologis dan proses kognitif otak manusia.

Istilah teknis penting:

Istilah

Penjelasan

Neuromorphic computing

Arsitektur komputer yang meniru neuron dan sinapsis otak biologis.

Spiking Neural Networks (SNNs)

Model jaringan saraf buatan yang meniru sinyal listrik pada neuron nyata.

Loihi (Intel)

Prosesor neuromorfik generasi baru dengan kemampuan pembelajaran adaptif dan efisiensi daya tinggi.

Brain–Computer Interface (BCI)

Sistem yang menghubungkan otak manusia dengan mesin untuk interaksi langsung.

Mengapa Ini Penting?

AI hari ini — termasuk model besar seperti GPT-4 — boros energi dan tidak adaptif. Neuromorphic chips seperti Loihi 2,  memiliki beberapa keunggulan: lebih hemat energi, bisa belajar dari input baru tanpa pelatihan ulang (online learning), Ideal untuk robot, edge devices, dan sistem otonom.

Baca juga: Jalan Baru Menuju Otak Buatan Kuantum: Magnetisme Cerdas dan Skyrmion

Guangdong mengembangkan ekosistem terintegrasi:

a. R&D Center: pusat penelitian chip neuromorfik dan simulasi otak.

b. Tech Parks: Kawasan industri AI berbasis brain-inspired tech.

c. Kolaborasi Akademik: Neurosains, komputasi, dan rekayasa molekuler disatukan dalam riset terapan.

d. Aplikasi: sistem robotik adaptif, pengolahan data biomedis, dan BCI untuk kesehatan.

Literatur Pendukung:

Roy, K., Jaiswal, A., & Panda, P. (2019). Towards spike-based machine intelligence with neuromorphic computing. Nature, 575(7784), 607–617. https://doi.org/10.1038/s41586-019-1677-2

Davies, M. et al. (2021). Advancing neuromorphic computing with Loihi: A survey of results and outlook. Proceedings of the IEEE, 109(5), 911–934. https://doi.org/10.1109/JPROC.2021.3067593

Xu Zhang (2024), Delopment of Brain-Inspired Intelligence Industried Intelligence Industry In Guangdong - Hong Kong - Macao Greater Bay Area, Volume 39 (9), Guangdong Institute Of Intelligence Science And Technology


Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard