Empat tahun setelah GPT-4 mengubah peta kecerdasan buatan, OpenAI merilis GPT-5. Model ini menjanjikan kemampuan berpikir yang lebih mendalam, pemahaman konteks jauh lebih luas, dan akurasi yang melampaui generasi sebelumnya.
Pencipta ChatGPT, OpenAI, resmi meluncurkan versi terbaru chatbot kecerdasan buatan (AI) mereka yang telah lama dinantikan, GPT-5. Model ini diklaim mampu memberikan keahlian setingkat doktor (PhD) di berbagai bidang. GPT -5 dideskripsikan sebagai “lebih pintar, lebih cepat, dan lebih bermanfaat.”
Pendiri sekaligus CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut GPT-5 sebagai tonggak baru dalam evolusi ChatGPT. “Saya rasa memiliki sesuatu seperti GPT-5 hampir tak terbayangkan pada masa-masa sebelumnya dalam sejarah manusia,” ujarnya menjelang peluncuran pada Kamis, 7 Agustus 2025, seperti diberitakan BBC.
Peluncuran GPT-5 dan klaim kemampuannya setingkat doktor di bidang seperti pemrograman dan penulisan datang di tengah persaingan ketat perusahaan teknologi untuk menghadirkan chatbot AI paling canggih. Elon Musk, misalnya, baru-baru ini membuat klaim serupa untuk chatbot AI miliknya, Grok, yang terintegrasi di X (dahulu Twitter). Saat meluncurkan versi terbaru Grok bulan lalu, Musk menyebutnya “lebih baik dari level doktor dalam segala hal” dan mengklaim sebagai AI “terpintar di dunia”.
Altman menekankan bahwa GPT-5 akan lebih sedikit mengalami “halusinasi” — fenomena di mana model bahasa besar menghasilkan jawaban yang keliru — serta lebih jarang bersikap menyesatkan. OpenAI juga memosisikan GPT-5 sebagai asisten andal untuk para programmer, mengikuti tren di kalangan pengembang AI besar Amerika, termasuk Anthropic dengan Claude Code yang menyasar pasar serupa.
Dengan fitur seperti “Thinking Mode” yang memproses instruksi kompleks secara bertahap, kapasitas konteks hingga 256 ribu token, dan kemampuan “context stitching” untuk menggabungkan informasi dari berbagai sumber, GPT-5 diharapkan menjadi alat serbaguna bagi profesional di berbagai bidang. Dari ruang redaksi hingga ruang rapat, GPT-5 berambisi mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi dengan AI.
GPT naik kelas.
Substack, Platform bagi Jurnalis dan Penulis Independen
7 bulan yang lalu
Panduan Definitif Google Vertex AI: Platform Terpadu untuk Machine Learning Skala Perusahaan Bagian 2
7 bulan yang lalu
Panduan Definitif Google Vertex AI: Platform Terpadu untuk Machine Learning Skala Perusahaan Bagian 1
7 bulan yang lalu
Toolbaz: Ulasan Lengkap - Kupas Tuntas 75+ Alat AI Gratis (dan Cara Pakainya untuk SEO) Bagian 2
7 bulan yang lalu
Toolbaz: Ulasan Lengkap - Kupas Tuntas 75+ Alat AI Gratis (dan Cara Pakainya untuk SEO) Bagian Pertama
7 bulan yang lalu
Google Cloud AI: Kekuatan Kecerdasan Buatan untuk Bisnis, Developer, dan Inovator Indonesia
7 bulan yang lalu