Lambang kesuburan
Teori evolusi menawarkan perspektif lain, menyatakan bahwa kecantikan mungkin telah berevolusi sebagai sinyal untuk menarik calon pasangan.
Misalnya, preferensi lintas budaya untuk rasio pinggang-pinggul tertentu pada wanita (sekitar 0,7) dianggap terkait dengan indikator kesuburan dan kesehatan.
Pria di berbagai budaya cenderung menganggap pinggang wanita yang relatif ramping menarik, khususnya rasio pinggang-pinggul sekitar 0,7.
Namun, antropologi memberikan perspektif yang berbeda, menekankan variasi standar kecantikan di berbagai budaya. Jurnal yang terbit di Oxford tahun 2014 berjudul “Cantik” menyebut bahwa beberapa budaya menghargai tubuh yang lebih besar sebagai simbol kekayaan dan kesuburan, berbeda dengan ideal tubuh kurus yang dominan di budaya Barat.
Praktik modifikasi tubuh yang beragam, seperti piring bibir di Ethiopia dan tanda tubuh di Afrika Barat, juga menjadi standar kecantikan di berbagai masyarakat. Penelitian lintas budaya menunjukkan bahwa preferensi untuk wajah rata-rata, simetri, dan tipikalitas seks tidak banyak bervariasi.
Jadi, seperti apa cantik itu?
Don't Cry Sumatera
3 bulan yang lalu
Review Film Exit 8: Teror Psikologis di Lorong Tak Berujung yang Akan Menguji Kewarasan Anda
6 bulan yang lalu
Review Film 'Siapa Dia' (2025): Surat Cinta Garin Nugroho untuk Sinema Indonesia yang Megah, Melankolis, dan Penuh Jiwa
7 bulan yang lalu
Review Film SORE (2025): Sebuah Perjalanan Waktu yang Manis, Magis, dan Menghantui Pikiran
7 bulan yang lalu
Panggilan Pertarungan Final Telah Bergema! Kupas Tuntas Film Demon Slayer: Infinity Castle (2025) yang Paling Dinanti
7 bulan yang lalu
Sains Menjelaskan Mengapa Menginap di Hotel Terasa Lebih Nyaman Daripada di Rumah
7 bulan yang lalu