Contoh penggunaan deepfake yang positif di Indonesia meliputi:
• Hiburan dan Seni: Menghidupkan kembali tokoh atau aktor yang telah meninggal untuk film atau karya seni, sehingga menghadirkan pengalaman menonton yang lebih mendalam dan emosional.
• Pendidikan dan Pembelajaran: Membuat materi pembelajaran interaktif dengan menghadirkan tokoh sejarah yang “berbicara” langsung kepada siswa, seperti simulasi pidato Soekarno atau tokoh lain, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.
Leonardo AI
• Pemasaran dan Iklan: Membuat kampanye iklan yang lebih personal dan kreatif dengan menghadirkan avatar virtual atau selebriti digital yang bisa berinteraksi dengan konsumen, meningkatkan keterlibatan audiens tanpa batasan fisik.
Baca juga: AI Mengubah Lanskap Game Jadi Makin Imersif
• Perlindungan Privasi: Menggunakan deepfake untuk menyamarkan identitas seseorang dalam video atau mengubah suara agar privasi terjaga, misalnya dalam rekaman publik atau pelaporan berita.
Penggunaan ini menunjukkan deepfake dapat dimanfaatkan secara etis untuk inovasi di berbagai bidang.*
(diolah dari CGPT dan Perplexity)
Cybersecurity & AI: Pertarungan Antara Hacker dan Sistem Cerdas
5 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final Bagian Dua
6 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital Bagian Kedua
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital
6 bulan yang lalu
AI untuk Skripsi: Panduan Lengkap Memanfaatkan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Akademik Pribadi Anda Part 2
6 bulan yang lalu