Vatikan menyambut era baru dengan terpilihnya Paus Leo XIV, nama kepausan dari Robert Francis Prevost, sebagai pemimpin baru Gereja Katolik. Ia menggantikan Paus Fransiskus yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan usia lanjut.
Momen bersejarah ini tak hanya menandai transisi kepemimpinan, tetapi juga menyulut harapan baru—khususnya dalam menghadapi tantangan zaman modern, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan teknologi dan etika digital.
Paus Leo XIV merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, tepatnya dari Chicago. Ia dikenal luas di kalangan biarawan sebagai misionaris yang rendah hati, intelektual yang serius, dan administrator yang efisien.
Namun yang paling menarik perhatian adalah latar belakang akademiknya: seorang lulusan matematika dari Universitas Villanova, meraih gelar Bachelor of Science pada tahun 1977.
Latar belakang ini memunculkan ekspektasi publik bahwa Paus Leo XIV akan memiliki kepekaan terhadap isu-isu saintifik dan teknologi yang kian mendominasi peradaban global. Dunia saat ini tak hanya dihadapkan pada persoalan keadilan sosial dan lingkungan, tetapi juga pada pertanyaan mendalam seputar kecerdasan buatan, algoritma yang membentuk opini publik, hingga tantangan etis dalam bioteknologi.
Bagaimana pandangan Paus terhadap teknologi?
Ozzy Osbourne Legenda Metal yang Tak Pernah Luntur
8 bulan yang lalu
Bruce Willis dan Perjalanan Berat Melawan FTD
8 bulan yang lalu
I Am Iron Man: Kalimat yang Mengubah Dunia Superhero
8 bulan yang lalu
Mariah Carey dan Teknologi Terkini dalam Video Musik Terbarunya
9 bulan yang lalu
Kolaborasi Sam Altman dan Jony Ive Siap Luncurkan Sesuatu yang Baru
10 bulan yang lalu
Vokal Drake hingga Ariana Grande Jadi Artis Favorit AI
10 bulan yang lalu