4. 1. 2. PEMBANGUNAN EKOSISTEM PEMBELAJARAN DAN EKOSISTEM INOVASI UNTUK PENGEMBANGAN TALENTA KECERDASAN ARTIFISIAL NASIONAL
Orientasi pengembangan talenta KA akan diarahkan pada pengembangan talenta untuk pekerja (untuk pengembangan produk), peneliti (penciptaan produk baru) dan wirausahawan (penciptaan industri baru). Untuk mencapai kompetensi tertentu (standar kompetensi), pengembangan talenta KA membutuhkan ekosistem yang dapat mendukung proses pembelajaran dan proses inovasi.
Pembentukan ekosistem tersebut membutuhkan kerjasama berbagai pihak, kolaborasi Quad Helix yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas (ABCG).
Persyaratan ekosistem tersebut adalah mampu untuk (1) mendukung pendidikan untuk menghasilkan talenta pekerja, peneliti dan wirausahawan; (2) mendukung tumbuhnya penelitian pasar, penelitian produk dan penciptaan produk baru; serta (3) menyediakan sumber daya finansial, sarana dan prasarana, termasuk perangkat, alat bantu maupun data yang dibutuhkan dalam meningkatkan kompetensi talenta di bidang Kecerdasan Artifisial.
Ekosistem tersebut diharapkan akan mampu menghasilkan talenta berkompeten, yang nantinya akan mendukung terjadinya siklus dalam ekosistem secara berkelanjutan.
Dalam penciptaan ekosistem belajar dan ekosistem inovasi ini dimulai dengan proses membentuk entitas awal sebagai motor penggerak ekosistem.
Menyiapkan proses manajemen dan keuangan menjadi faktor awal yang utama, sehingga entitas ekosistem diharapkan dapat dimulai dari menyatukan pemerintah dan industri (BG).
Sebagai langkah awal dari entitas ini adalah (1) merencanakan sumber pendanaan; (2) merencanakan pimpinan manajemen yang mampu menggerakan ekosistem; (3) merencanakan kompetensi talenta yang dibutuhkan; (4) merencanakan cara mendapatkan talentanya.
Aktifitas dasar yang penting sepert penelitian tentang pasar (market research), penelitian tentang produk (product research) dan penciptaan produk baru (product creation) menjadi prioritas agar mampu menopang keberlangsungan entitas ini.
Terbentuknya entitas dengan aktifitas dasar ini akan mendorong terjadinya siklus bisnis yang selanjutnya akan menjadi pendorong terjadinya kerjasama dengan universitas yakni berupa dukungan data, finansial (dana) dan sarana prasarana bidang KA yang akan membentuk ekosistem pembelajaran bagi talenta pekerja, peneliti dan wirausahawan.
Baca juga: Program Inisiatif Etika dan Kebijakan Kecerdasan Artifisial
Kerjasama ini akan terus berlangsung sampai pada saatnya aktifitas dasar akan berpindah ke Universitas dan entitas awal hanya akan berfokus pada pengelolaan (manajemen). Pengelolaan talenta wirausahawan di dalam kerjasama ini akan menjadi sumber penciptaan industri baru rintisan (start-up/spin-off), hal ini akan mengarahkan pada siklus berkelanjutan seperti terlihat pada Gambar 3-3.
Kolaborasi Quad Helix dalam Ekosistem Pembelajaran dan Ekosistem Inovasi KA.