Pencarian
Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (KA) 2020-2045

Program Inisiatif Riset & Inovasi Industri: Orkestrasi AI

Terdapat dua inisiatif kunci yaitu membentuk orkestrator ekosistem riset dan inovasi industri dan mewujudkan berbagai produk, layanan, dan solusi kecerdasan artifisial berbasis demand-driven innovation

Prompter JejakAI
Minggu, 13 Juli 2025
Oleh: IP
JejakAI
Leonardo AI

BAB 6 RISET DAN INOVASI INDUSTRI 

6. 2. PROGRAM-PROGRAM INISIATIF 

UNTUK mencapai target pencapaian melalui riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial, terdapat dua (2) inisiatif kunci yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang dideskripsikan pada sub-bab 6.1.1, yaitu sebagai berikut: 

Membentuk orkestrator ekosistem riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial yang menguatkan kolaborasi Quadruple-Helix ((pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas) agar inovasi berjalan berkelanjutan. 

Mewujudkan berbagai produk, layanan, dan solusi Kecerdasan Artifisial berbasis demand-driven innovation yang tepat guna pada sektor publik dan industri unggulan nasional. 

MEMBENTUK ORKESTRATOR EKOSISTEM RISET DAN INOVASI INDUSTRI KECERDASAN ARTIFISIAL YANG MENGUATKAN KOLABORASI QUADRUPLE-HELIX ((PEMERINTAH, INDUSTRI, AKADEMISI, DAN KOMUNITAS) AGAR INOVASI BERJALAN BERKELANJUTAN.

6. 2. 1.  ORKESTRATOR RISET DAN INOVASI INDUSTRI KECERDASAN ARTIFISIAL 

Untuk mencapai tujuan dari misi riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial, yaitu mengakselerasi reformasi birokrasi dan penguatan industri nasional, agar menjadi birokrasi bersih dan industri unggul yang memberikan dampak ekonomi, maka seluruh inisiatif riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial perlu diorkestrasi agar mengarah kepada tujuan dengan memaksimalkan seluruh sumber daya riset dan inovasi nasional. Berbagai sumber daya dimaksud merupakan kontribusi dari aktor-aktor yang terlibat dalam payung Quadruple-Helix (pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas). 

Untuk itu diperlukan sebuah orkestrator ekosistem kolaborasi Quadruple- Helix pada riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial. Untuk kemudahan penyebutan, orkestrator ini dinamakan Kolaborasi Riset dan Inovasi Indusi Kecerdasan Artifisial (KORI-KA). Karakteristik-karakteristik yang harus dimiliki KORI-KA antara lain terbuka, partisipatif, berbasis nilai (value-based synergy), demand-driven, mandiri, serta memiliki tata kelola yang adaptif dan lincah. Peran masing-masing aktor dan sinergi Quadruple-Helix yang diharapkan seperti diilustrasikan dengan bagan pada Gambar 62. 

Gambar 62 Peran Masing-Masing Aktor dari Sinergi Quadruple-Helix KORI-KA 

Tugas dan fungsi KORI-KA mencakup fungsi pengarahan (governing) dan fungsi pelaksanaan (executing) sekaligus sebagai Program Management Office (PMO) riset dan inovasi industri KA. Fungsi pengarahan meliputi: (1) penetapan program inisiatif prioritas riset dan inovasi industri, (2) penetapan pusat unggulan riset dan inovasi per sektor industri, (3) koordinasi dukungan kebijakan riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial, (4) pengawasan pelaksanaan program-program inisiatif riset dan inovasi industri. 

Sedangkan fungsi pelaksanaan dan PMO meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) penyusunan program pelaksanaan, (3) penganggaran dan pembiayaan, (4) penyelarasan dan konsolidasi, (5) evaluasi dan kontrol, serta perbaikan berkelanjutan. 

Proses riset dan inovasi industri berbasis AI  

Halaman 1 2 3 4
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard