A.4. Transportasi Publik
Mewujudkan layanan transportasi publik yang andal, aman, nyaman, tersedia, dan terjangkau dengan pengelolaan layanan yang terpadu melalui dukungan inovasi teknologi Kecerdasan Artifisial
Sektor transportasi publik dari Sabang sampai Merauke, dan dari Sangihe Talaud ke Rote berfusngsi sebagai perekat utama keterhubungan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi pondasi utama pelayanan distribusi baik barang, jasa, maupun penumpang. Dengan fungsi vital ini, sektor transportasi publik memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan produksi nasional untuk memastikan keberlanjutan pembangunan nasional.
Pemerintah perlu melanjutkan pembangunan berkesinambungan di sektor transportasi publik dengan dukungan teknologi terkini secara tepat guna dan optimal untuk mencapai kinerja layanan transportasi publik yang sesuai dengan sasaran strategis pembangunan nasional.
Fokus pembangunan sektor transportasi tercantum pada RPJPN dengan sasaran strategis meliputi Konektivitas Poros Maritim, Konektitivas Multimoda, Keselamatan Transportasi, dan Transportasi Perkotaan.
Tantangan-tantangan pada sektor transportasi secara umum meliputi:
Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Artifisial dimanfaatkan pada área sebagai berikut:
1. Adopsi teknologi Kecerdasan Artifisial untuk peningkatan kepuasan pelanggan (Customer Experience) melalui peningkatkan mutu dan kecerdasan layanan yang lebih baik di antara penyedia transportasi publik dan operator.
2. Adopsi teknologi Kecerdasan Artifisial dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional (Operational Excellence) pengelolaan/manajemen menyeluruh transportasi publik melalui optimasi proses bisnis.
Baca juga: Jalan Baru Menuju Otak Buatan Kuantum: Magnetisme Cerdas dan Skyrmion
Beberapa proses bisnis yang dapat dioptimalkan sebagai berikut:
i. Optimasi rute perjalanan, mengurangi waktu perjalanan, jumlah menunggu, penundaan, dan polusi udara dan kebisingan.
ii. Optimasi perutean transportasi umum yang lebih baik, serta platform berbagi pakai yang menjemput berbagai pengguna transportasi
iii. Pengenalan pola, deteksi anomali, pengelompokan, pengoptimalan, perencanaan, dan penjadwalan transportasi publik
3. Adopsi teknologi Kecerdasan Artifisial sebagai solusi pada pengelolaan inventori, manajemen aset dan aplikasi predictive maintenance dalam rangka peningkatan kinerja teknikal (Engineering Excellence)
4. Adopsi teknologi Kecerdasan Artifisial dalam rangka peningkatan keselamatan dan keamanan operasional (Safety and Security Management. ) serta untuk mengantisipasi serangan/attack revenues and property.
Secara umum, pemanfaatan Kecerdasan Artifisial di sektor transportasi publik terangkum pada Gambar 6-6.
Gambar 6.6 Implementasi Kecerdasan Artifisial di Sektor Transportasi Publik
(bersambung - pemanfaatan AI dalam Sektor Industri Unggulan)
Cybersecurity & AI: Pertarungan Antara Hacker dan Sistem Cerdas
5 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final Bagian Dua
6 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital Bagian Kedua
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital
6 bulan yang lalu
AI untuk Skripsi: Panduan Lengkap Memanfaatkan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Akademik Pribadi Anda Part 2
6 bulan yang lalu