Pencarian
Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (KA) 2020-2045

Prioritas AI dalam Bidang Kesehatan di Indonesia

Kecerdasan Artifisial memiliki peran penting dalam mengolah dan memberikan wawasan dari big data yang dikumpulkan melalui genetika dan sensor dalam kerangka 4P Kesehatan. Perlu diwujudkan 4P Kesehatan yakni Prediktif, Preventif, Personalisasi, dan Partisipatif.

Prompter JejakAI
Selasa, 15 Juli 2025
Oleh: IP
JejakAI
Leonardo AI

Dashboard Ketahanan Kesehatan 

Dashboard ini untuk menampilkan peta penyebaran daerah yang memiliki ketahanan kesehatan dengan beberapa indikator misalnya jumlah penyebaran penyakit dan sarana penunjang, termasuk peta penyebaran COVID-19 dan solusi untuk membatasi penyebaran covid-19.

Data bisa diambil dari Kementerian Kesehatan yang telah bekerja sama dengan Kominfo, KBUMN, BNPB, Polri, Kemenhan, juga didukung oleh teknologi dari perusahaan swasta, BUMN dan perusahaan rintisan. 

Pemanfaatan Big Data Analytics (BDA) & Kecerdasan Artifisial meliputi: 

1. Alert system untuk penyebaran COVID-19 dengan menggunakan Aplikasi dan Machine Learning. 

2. Kemudahan akses ketersediaan fasilitas kesehatan menggunakan antar muka konversasi 

3. Rekomendasi akses dan pemanfaatan sarana dan tenaga medis 

4. Mesin rekomendasi untuk pencegahan pandemi 


Baca juga: Membuka Tabir Kebohongan Besar Industri Rokok Indonesia


Indikator Ketahanan Kesehatan: 

1. Pola penyebaran dan index recovery penyakit pandemi 

2. Pola penyediaan dan perbaikan sarana kesehatan 

3. Pola penanganan kesehatan 

4. Pola dukungan RS, klinik, apotik dan healthtech 

5. Pola dukungan masyarakat terhadap kesehatan 

6. Jumlah petugas kesehatan (dokter, bidan, dan medis lainnya) 

7. Index kesehatan masyarakat 

Pengembangan berbagai aplikasi healthtech berbasis machine learning untuk mendukung atau menegakkan diagnosis yang dilakukan dokter dengan kerangka 4P Kesehatan didukung telemedisin 

Telemedisin merupakan istilah lama yang bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang berada pada lokasi yang berbeda dengan dokter atau penyedia layanan.

Dengan perkembangan komputer dan dengan tersedianya jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi maka layanan telemedisin menjadi lebih lengkap sehingga dapat mendukung peran partisipasi pasien dari yang paling sederhana berupa layanan konsultasi, sampai pada layanan yang kompleks dengan healthtech misalnya di bidang radiology (Teleradiology) maupun untuk pembedahan (Telesurgery).

Dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia mulai bulan Maret 2020 maka peran telemedisin menjadi sangat vital di mana layanan kesehatan masih tetap bisa dinikmati masyarakat baik yang terkait Covid-19 maupun yang tidak. 

Pengembangan sistem interoperabilitas data medis yang aman secara nasional 

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan pada penyimpanan dan transmisi data medis adalah pada masalah keamanan data. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan metode pengamanan data medis yang lebih baik. Metode pengamanan yang berbasis Blockchain dan Kecerdasan Artifisial bisa menjadi kombinasi yang aman untuk pengamanan data medis.

Konsep transaksi data berbasis Blockchain berbasis smart contract menjamin setiap perubahan pada data dan akses kepada data medis selalu diketahui, dicatat dan mendapat ijin dari pihak yang terlibat. Kecerdasan Artifisial bermanfaat deteksi dalam usaha untuk mengakses maupun dalam pemanfaatan dari data. 

Kecerdasan Artifisial dalam Kerangka 4P Kesehatan 

Pengembangan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial sangat penting untuk mempelajari data genetika, mendeteksi kemungkinan penyakit yang akan timbul, mempelajari perilaku risiko kesehatan dari setiap pribadi. Semua ini memberikan wawasan yang mendalam baik bagi tenaga kesehatan dan pribadi yang terkait.

Kemudian dalam pengobatan personal Kecerdasan Artifisial menyesuaikan farmakogenetika yang digunakan. Untuk meningkatkan partisipasi, maka informasi dan wawasan kepada pribadi yang terkait disajikan sesuai tingkat pemahaman yang sudah dipelajari Kecerdasan Artifisial. 

(bersambung - Bidang Prioritas Reformasi Birokrasi)*


Catatan: Dokumen ini ditulis dan disusun sebagai rumusan hasil diskusi dari Kelompok Kerja Penyusun Strategi Nasional untuk Kecerdasan Artifisial yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebagai dokumen publik yang dirasa penting sebagai referensi bersama, kami menurunkannya secara serial.

Halaman 1 2 3 4
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard