Palet Visual yang Memanjakan: Keindahan Kroasia,
Finlandia, dan Jakarta dalam Satu Bingkai Puitis
Secara visual, SORE adalah sebuah persembahan yang
memanjakan mata. Sinematografi arahan Dimas Bagus Triatma sering dideskripsikan
seperti melihat "umpan Pinterest yang estetis" menjadi hidup. Namun,
keindahan visualnya jauh dari sekadar hiasan. Setiap lokasi syuting—Kroasia,
Finlandia, dan Jakarta—dipilih dan dibingkai dengan tujuan naratif yang jelas,
berfungsi sebagai karakter pendukung yang memperkuat keadaan psikologis para
tokohnya.
Kroasia, dengan kota-kota tuanya yang bermandikan cahaya
keemasan seperti Grožnjan dan Zagreb, menjadi representasi dari masa kini
Jonathan: indah secara permukaan, namun sepi dan terisolasi. Pihak produksi
secara eksplisit menyatakan bahwa lokasi-lokasi ini dipilih untuk
"merepresentasikan karakter utama". Di sisi lain, Jakarta yang ramai
dan penuh energi muncul dalam kilas balik, melambangkan masa lalu yang coba ia
tinggalkan. Sementara itu, lanskap bersalju di Finlandia digunakan secara simbolis
untuk menggambarkan transisi waktu dan perubahan musim, menambah nuansa puitis
pada perjalanan lintas waktu Sore.
Kecerdasan visual ini juga tercermin dalam desain produksi.
Dalam sebuah wawancara, penata artistik film mengungkapkan bagaimana rumah
Jonathan di Kroasia dirancang untuk berevolusi secara visual. Awalnya, rumah
itu ditampilkan sebagai tempat tinggal bujangan yang suram dan berantakan,
penuh dengan botol minuman dan peralatan kamera yang berserakan—cerminan dari
kekacauan internalnya. Namun, seiring dengan kehadiran dan pengaruh Sore, rumah
itu perlahan berubah menjadi lebih hangat, rapi, dan penuh kehidupan.
Detail-detail kecil seperti Sore yang memasak soto atau menata ulang perabotan
secara visual memetakan perjalanan emosional Jonathan dari isolasi menuju
keterhubungan. Bahkan, ada fakta menarik di mana beberapa set krusial, seperti
kamar gelap Jonathan, sebenarnya dibangun di sebuah kantor di Bintaro, Jakarta,
namun direplikasi dengan sangat teliti sehingga menyatu sempurna dengan adegan
yang diambil di Kroasia. Ini menunjukkan tingkat keahlian teknis dan komitmen
pada detail yang luar biasa, di mana geografi dan ruang interior menjadi
perpanjangan langsung dari jiwa para karakternya.
Don't Cry Sumatera
3 bulan yang lalu
Review Film Exit 8: Teror Psikologis di Lorong Tak Berujung yang Akan Menguji Kewarasan Anda
6 bulan yang lalu
Review Film 'Siapa Dia' (2025): Surat Cinta Garin Nugroho untuk Sinema Indonesia yang Megah, Melankolis, dan Penuh Jiwa
7 bulan yang lalu
Panggilan Pertarungan Final Telah Bergema! Kupas Tuntas Film Demon Slayer: Infinity Castle (2025) yang Paling Dinanti
7 bulan yang lalu
Sains Menjelaskan Mengapa Menginap di Hotel Terasa Lebih Nyaman Daripada di Rumah
7 bulan yang lalu
Kata Siapa Humor AI Garing? Ini Cara Menyusun Skrip Stand-Up Comedy Versi Grok
7 bulan yang lalu