4. Pemetaan dan standarisasi skema interkoneksi antara infrastruktur komunikasi privat, public dan strategis M2M/IoT.
Komunikasi antar mesin (Machine-to-Machine/M2M) merupakan keniscayaan dengan adanya jaringan komputer yang semakin baik. Dengan M2M ini, komunikasi data akan dapat dilangsungkan secara otomatis tanpa diperlukan intervensi manusia.
Akan tetapi pintu komunikasi di setiap komputer dapat dibuat sesuai dengan keinginan pemiliknya, sehingga bisa menjadi sangat beragam antara komputer-komputer yang saling terhubung. Oleh karenanya diperlukan suatu pemetaan skema interkoneksi yang sekarang digunakan oleh berbagai infrastruktur strategis yang dimiliki pemerintah, industri.
Dalam jangka panjang, skema interkoneksi ini perlu distandarisasikan sehingga mempermudah pengelolaan komunikasi data antara berbagai infrastruktur yang ada.
Pelaksana: Kemenristek/BRIN
5. Kajian konsep “Rendertoken” atau application shared-infrastructure
Berbagai teknologi dan aplikasi telah tersedia di pasar yang memungkinkan pemilik GPU besar maupun kecil mengkontribusikan idle GPU-nya untuk digunakan oleh orang lain.
Dengan semakin meratanya jaringan yang menghubungkan berbagai komputer, maka penggunaan kapasitas komputasi yang sedang kosong oleh pengguna yang membutuhkan tidak hanya bisa dilakukan oleh Pusat Komputasi yang besar, akan tetapi bisa juga ditawarkan oleh pemilik komputer di rumah yang tersambung dalam jaringan.
Berbagai teknologi seperti “Rendertoken” yang mampu mengelola Graphical Processor Unit (GPU) milik perseorangan menjadi bagian dari shared-infrastructured yang bisa digunakan oleh pengguna lain yang membutuhkan sudah tersedia. Ini akan membuka semakin besar shared-infrastructure yang tersedia bagi pengembangan KA di Indonesia.
PIC: Kemenristek/BRIN
Baca juga: Observatorium Astronomi di Indonesia: Jendela Langit dari Negeri Khatulistiwa
6. Pembuatan standard integrasi infrastruktur untuk cloud computing infrastructure.
Teknologi cloud computing adalah teknologi dimana berbagai komputer bisa dikelola sebagai suatu kesatuan secara otomatis dan sesuai permintaan pengguna. Bila jumlah kapasitas komputasi komputer-komputer yang tersambung mencukupi, maka pengguna bisa meminta penambahan kapasitas komputasi melebihi kapasitas komputasi dari satu komputer fisik yang menjadi komponen dari cloud.
Jika kapasitas komputasi sudah mencapai maksimum yang diperbolehkan, maka cloud computing tersebut membutuhkan komputer fisik tambahan. Jika terdapat suatu standar dalam pembangunan infrastruktur cloud computing, maka komputer fisik tambahan dapat dengan mudah ditambahkan, bahkan diambil dari infrastruktur lain yang mempunyai banyak kapasitas kosong. Pelaksana standarisasi cloud infrastructure : Kemenkominfo.
Bagaimana pengembangan lab. computing di kampus?
Cybersecurity & AI: Pertarungan Antara Hacker dan Sistem Cerdas
5 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final Bagian Dua
6 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital Bagian Kedua
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital
6 bulan yang lalu
AI untuk Skripsi: Panduan Lengkap Memanfaatkan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Akademik Pribadi Anda Part 2
6 bulan yang lalu